Burung Ruai (Enggang)

Burung Ruai (Enggang)

Minggu, 25 September 2011

makalah tentang miras di indonesia

                                                                         BAB I

                                                                 PENDAHULUAN

A.    Latar belakang.
        Kita sering mendengar minuman keras bahkan kita tidak lajim lagi mendengarnya kita sering juga mengkomsumsinya minuman keras(miras),dalam ilmu kedokteran yang berkaitan dengan kesehatan mental dan lain-lainnya mengatakan jika anak remaja,orang tua,dan masyarakat,sampai ibu-ibu hamil juga mengkomsumsi minuman keras akan berakibat patal bagi bayi yang didalam kandungan ibu tersebut,jadi kita yang belum pernah namanya menyentuh minuman keras tersebut jangan sekali mencoba-coba karena minuman tersebut bisa merusakan jaringan sarap otak manusia,dan mengganggu kesehatan mental,pisik psikis,dan psikomotorik.
Didalam satu botol minuman keras(miras) mengandung alkohol yang sangat tinggi kalau kita mengkomsumsinya terlalu banyak kita akan merasa kepala kita itu akan pusing dan akhirnya kita mabuk (tidak sadarkan diri).
Kebiasaan minum-minuman keras di kalangan remaja merupakan fenomena yang sering sekali terjadi di Indonesia. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan mereka menghabiskan waktu luangnya untuk minum-minuman keras. Berbagai resiko dan permasalahan akan senantiasa menghadang kalangan remaja yang seharusnya mendapatkan kontrol dari orang tua maupun masyarakat. Semakin banyaknya kalangan remaja minum-minuman keras, dikarena lingkungan pergaulan yang sering minum-minuman keras dalam jangka waktu yang lama. Kurangnya pengendalian diri kalangan remaja itu sendiri karena tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat. Kurangnya konrtol dari orang tua. Walaupun segala upaya telah di lakukan oleh berbagai pihak misalnya dengan diadakan penyuluhan, memberikan bantuan modal, agar kalangan remaja yang belum bekerja mempunyai kesibukan. sampai aparat keamanan yang setiap saat melakukan rasia baik terhadap kalangan remaja maupun terhadap masyarakat yang masih menjual minuman keras. Akan tetapi hal tersebut belum optimal dikarenakan Peraturan Daerah kurang tegas baik yang  mengenai tentang tata tertib baik peraturan lalu lintas dan penjualan minuman oplosan dan sebagainya yang masih sampai sekarang masih menjual minuman keras (miars).
Jadi tidak salah lagi banyaknya konsumen yang membeli minuman tersebut dan banyak juga yang mengkomsumsi minuman tersebut itu dikeranakan pemerintah tidak mau peduli dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat, dan baik anak remaja,anak fank (anak jalanan), dan pejabat tinggi juga halnya sama begitu dengan jika mereka lagi banyak masalah baik dirumah,dikantor mereka akan meluangkan jam mereka untuk ngumpul sama teman-teman sekantor untuk berpestaan minuman keras,jika mereka memandang minuman keras itu sebagai untuk memnyelasaikan masalah pada hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan lain-lainnya.
Dalam hal lain yang sering terjadi pada bangsa indonesia itu disebabkan oleh kurang ketat petugas kepolisian yang kurang menertipkan terhadap pedagang kaki lima,pedagang yang menengah dan warung, tertentu yang masih memjual minuman keras dan semakin banyaknya juga orang membuat tempat pembuatan minuman keras seperti yang pernah kita mendengarnya mungkin tidak asing lagi ditelinga masyarakat dan kaum remaja yang sering disebut (arak,tuak,dll) dan tidak kalah pentingnya orang berebutan membuat tempat-tempat hiburan dalam kata hal lain (baar,diskotik dan tempat karokean).

B.    Perumusan masalah
 1.    Pengertian pesta minuman keras
 2.    Pandangan Psikologis pada Peminum Miras.
 3.    Sikap pandang
 4.    Macam-macam minuman keras.

        Faktor resiko psikologis yang mendorong orang mengunakan miras :
 1.    Faktor individu
 2.    Faktor keluarga
 3.    Faktor sekolah
 4.    Faktor kelompok teman sebaya
 5.    Faktor lingkungan sosial
 6.    Lingkungan sosial
 7.    Pribadi


        Dampak Negatif Dari Miras :
        -Pengaruh miras.
        -Apakah Alkohol itu?
        -Pengaruh Terhadap Tubuh (Fisik dan Mental)
        -Pengaruh jangka pendek
        -Pengaruh Jangka Panjang
        -Resiko intoksikasi (”mabuk”)
        -Pengaruh alkohol pada perilaku
        -Toleransi dan Ketergantungan
        -Gejala Putus Alkohol
        -Behayanya minuman keras
        -Akibat Minum Alkohol atau Minuman Keras
        -Secara Fisik
        -Secara Psikologis (mental)
        -Secara Sosial
        -Secara Spiritual
        -Contoh kasus.

C.     Tujuan pembahasan
         Dalam pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi-informasi kepada peserta didik,masyarakat dan orang yang sering mengkomsumsi,dan sering juga mengadakan pesta minuman keras,sehingga bisa mengurangi dan membantu bagi pencandu minuman keras menjadi lebih bertanggungjawab lagi atas dirinya sendiri dan orang tuanya nanti kerana itu mereka seorang yang bisa membanggun bangsa indonesia untuk lebih maju kedepannya sehigga bangsa indonesia tidak akan ketinggalan dari bangsa lain.
Makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan kesehatan mental.dalam beberapa hal tersebut memberikan kita panduan motivasi,dan mengarahkan kita menjadi seorang yang bertanggungjawab dan sukses.


D.        Mamfaat pembahasan
            Dapat mengetahui dampak negatif pesta minuman keras
            Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan miras
            Dapat mengenal macam-macam miras.
            Dapat mengetahui jenis-jenis alkohol yang berbahaya
            Dapat untuk tahu cara mengehenti orang kecanduan alkohol
            Dapat melihat faktor-faktor yang orang mati karena miras



                                                                 BAB II ISI TOPIK

A.        Pengertian pesta minuman keras
            Menurut baru Kesehatan Nasional dan Penelitian Medis Pedoman Dewan batas aman untuk minum alkohol empat minuman standar.Pedoman yang bertujuan untuk mendorong konsumsi alkohol yang bertanggung jawab dimaksudkan untuk menginformasikan publik tentang risiko yang mereka ambil ketika memilih untuk mengkonsumsi alkohol, tapi bagaimana serius mereka akan diambil adalah titik diperdebatkan. mereka tampaknya telah menjadi bingung dengan pesta minuman keras yang kebanyakan orang memahami akan minum dengan maksud mendapatkan mabuk.
The Foundation Obat Australia mengatakan jumlah mabuk untuk mencapai keadaan seperti itu tergantung pada berbagai faktor termasuk jenis kelamin, tinggi berat badan dan umur, serta apa yang sedang mabuk.
Pedoman baru yang telah dikembangkan oleh para ahli dalam studi alkohol dan kecanduan namun harus membuat lebih jelas apa yang merupakan minum berisiko dan risiko langsung kekerasan, kekerasan seksual dan kecelakaan mobil, selain efek kesehatan jangka panjang.

B.     Pandangan Psikologis pada Peminum Miras
Telah banyak berjatuhan korban akibat minum minuman keras (miras) yang dioplos dengan berbagai bahan maupun suplemen. Kadang-kadang tidak masuk akal, miras yang secara fisiologis dan psikologis memiliki efek negatif, justru dicampur dengan bahan-bahan yang membahayakan pula.
Suara Merdeka telah memberitakan korban-korban di beberapa kota di Jawa Tengah akibat miras, khususnya miras oplosan. Mulai dari Semarang, Salatiga, sampai Boyolali  Bahkan saat tulisan ini dibuat, diberitakan bahwa korban Miras di Salatiga telah mencapai 300 orang (Suara Merdeka, 23 April 2010).
Pertanyaan yang kemudian timbul, mengapa miras oplosan tetap saja digunakan, meskipun sembunyi-sembunyi, meskipun korban telah berjatuhan ?
Maka pihak pemerintah harus tegas dan bijaksana jangan  sampai membiarkan anak bangsa indonesia akan mengkonsumsi minuman keras(miras) dan sambil ngobat-ngobatan(narkoba).
Tapi dari pandangan tersebut bahwa sistem pemerintrah sangatlah lemah dan tidak tegas dalam menegaskan masalah yang ada di negara ini,wajar saja banyak korban yang berjatuhan kerena minuman keras(miras)dikarenakan sistemnya sangat begitu buruk di mata masyarakat.

C.       Sikap pandang
           Faktor-faktor risiko penyalahgunaan miras penting disikapi dalam rangka upaya pencegahan. Namun, sebelumnya perlu dikemukakan sikap pandang yang mempengaruhi cara orang memandang dan menyelesaikan masalah penyalahgunaan miras, mestinya termasuk pula masalah narkoba. Terdapat tiga sikap pandang, yaitu  model legal - moral, model medis ñ psikiatris, serta model sosiologis dan psikologis.

Model legal
Moralitas yaitu cara memandang secara kaku, dalam hal ini mengotak-kotakkan pemakai miras dengan orang lain, seakan sebagai orang berdosa yang harus dihukum. Penangananya tentu saja represif, menangkap, mengadili, bahkan menghukumnya. Diragukan efek jera dari para pengguna.

D.       Model medis
           Psikiatris yaitu cara pandang yang lebih individual dan personal, melihat unsur patologis pada pengguna. Menganggap bahwa seseorang yang menyalahgunakan miras, bahkan bereksperimen dengan oplosan, tidak mungkin kalau bukan karena pengaruh atau ìtertularî orang lain.  Istilah lain, orang yang bersangkutan menderita ìpenyakitî yang harus disembuhkan. Karena itu, dalam pendekatan ini perlu dilakukan perawatan, dan harus dimasukkan ke klinik dalam rangka pengobatan.

E.        Model sosiologis
            Psikologis yaitu cara pandang yang melihat penggunaan miras dan penyalahgunannya sebagai aktivitas sosial yang timbul dari kebutuhan kelompok serta kebutuhan individu. Meskipun penyalahgunaan miras dapat mengakibatkan kondisi patologis, sehingga memerlukan penanganan medis psikiatris, tetapi kondisi tersebut dapat dipandang sebagai respon yang normal terhadap tekanan-tekanan dari lingkungannya.
 Karena itu, perlu ditelaah bagaimana karakter individu dan karakter lingkungan sosialnya, yang mendorong penggunaan miras, bahkan melakukan penyalahgunaan dengan mengoplos minuman keras. Lingkungan sosial tersebut adalah keluarga, sekolah, kelompok teman sebaya serta masyarakat yang lebih luas.
Dinamika penggunaan dan penyalahgunaan miras dapat digambarkan, mula-mula diawali dengan merokok. Tahap berikutnya, masih meneruskan kebiasaan merokok dilanjutkan dengan mencoba miras, meskipun masih termasuk golongan yang ringan atau kadar alkohol paling rendah. Kemudian meningkat pada miras dengan kadar alkohol lebih tinggi, bahkan menggunakan miras non standar, dengan mengoplos menggunakan berbagai ramuan.

F.         Macam-macam minuman keras.
 1.  Miras dengan minuman berenergi
Untuk mendapatkan cita rasa yang lebih baik, penggemar minuman keras sering menambahkan suplemen minuman berenergi ke dalam minumannya. Oplosan ini sering disebut 'Sunrise', dan bisa mengurangi rasa pahit pada bir atau rasa menyengat pada alkohol yang kadarnya lebih tinggi. meski kadar alkohol menjadi sedikit berkurang, efek samping yang lain akan muncul dalam pengoplosan ini.

2.   Miras dengan susu
Salah satu jenis oplosan yang sering menyebabkan korban tewas adalah 'Susu macan' (Lapen), yakni campuran minuman keras yang dicampur dengan susu. Jenis minuman ini banyak dijual di warung-warung miras tradisional.Adi salah satu pelanggan warung semacam itu mengakui adanya risiko keracunan pada susu macan. Ketika dihubungi detikHealth, pria asal Yogyakarta ini mengatakan bahwa penyebab keracunan umumnya bukan susu melainkan jenis alkoholnya. Karena umumnya menggunakan alkohol tradisional, maka jenis dan kadarnya tidak diketahui oleh pelanggan.

Faktor resiko psikologis yang mendorong orang mengunakan miras
Faktor individu
Fakor individu dapat dipandang sejak awal perkembangan seorang anak, bahkan mulai masa prenatal, pengalaman lahir, serta perilaku awal masa bayi dan kanak-kanak. Misalnya ibu hamil yang suka minum alkohol, bayi dengan komplikasi lahir, nak hiperaktif, minum alkohol pada masa dewasa dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa profil karakteristik remaja yang cenderung menggunakan miras, bahkan narkoba, antara lain perokok, kurang tertarik pada sekolah, kurang peduli prestasi akademis, memiliki sifat pemberontak,serta kurang peduli soal agama. Profil karakteristik lain, adanya jarak antara anak dengan orangtua, memiliki teman sebaya peminum miras, serta adanya tekanan kelompok sebaya.

Faktor keluarga.
Faktor keluarga berperan sangat penting sebagai faktor risiko. Hal yang penting adalah modelling atau mencontoh orang serumah, misalnya orangtua atau kakak yang juga menggunakan. Pengawasan yang kurang, sistem penghukuman yang kurang konsisten, otoriter, orangtua yang tidak responsif, tidak hangat, serta keluarga sarat konflik, juga merupakan faktor risiko yang penting.

Faktor sekolah.
Sukses dalam prestasi sekolah dapat menjadi pencegah seseorang menjadi pengguna miras, bahkan narkoba. Hubungan yang baik dengan guru dapat menjadi pengganti kekecewaan hubungan dengan orangtua. Meskipun demikian perlu diakui, bahwa ciri-ciri sekolah biasanya tidak mampu menampung kebutuhan anak didik secara pribadi, sehingga mereka lebih bersandar pada kelompok sebayanya. mestinya, sekolah bukan hanya mengejar tercapainya program, melainkan juga dapat dijadikan referensi bagi jawaban masalah realitas kehidupan.

Faktor kelompok teman sebaya.
Jarang disadari, bahwa prediktor yang paling kuat bagi penggunaan miras, penyalahgunaannya, bahkan penggunaan narkoba pada remaja, adalah kelompok teman sebaya. Teman sebaya yang merokok, menggunakan miras, bahkan narkoba,  cenderung akan diikuti oleh kelompoknya. Demikian pula penyalahgunaan miras dengan mengoplos, lebih sering diperoleh dari teman sebaya.

Faktor lingkungan sosial.
Lingkungan sosial yang lebih luas yaitu masyarakat, juga berpengaruh. Pengaruh tersebut antara lain berupa pola penggunaan miras, misalnya jenis miras, kadar alkohol, bahkan pada pola-pola penyalahgunaan seperti mengoplos. Deprivasi ekonomi dapat meningkatkan perilaku antisosial yang menjadi prediktor penggunaan miras pada masa dewasa. Sedangkan anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan sosial yang kurang menguntungkan seperti kumuh, kepadatan penduduk tinggi, mobilitas penduduk tinggi, rasa kebersamaan yang rendah, dapat meningkatkan kecendrungan menjadi pengguna miras.

Lingkungan sosial.
Motif ingin tahu, bahwa remaja selalu mempunya sifat selalu ingin tahu
segala sesuatu yang belum atau kurang diketahui dampak negatifnya.
Misalnya saja ingin tahu bagaimanakah rasanya minuman keras.
Kesempatan, karena kesibukan orang tua maupun keluarga dengan
kegiatannya masing-masing atau akibat broken home, kurang kasih
sayang dan sebagai maka dalam kesempatan terebut kalangan remaja
berupanya mencari pelarian dengan cara minum-minuman keras.
Sarana dan prasarana, sebagai ungkapan rasa kasih sayang terhadap
putra-putrinya terkadang orang tua memberikan fasilitas dan uang
yang berlebihan. Namun hal tersebut disalahgunakan untuk
memuaskan segala keinginan dirinya antara lain berawal dari minum
minuman keras.

Pribadi
Rendah diri, rendah diri dalam pergaulan masyarakat, karena tidak
dapat mengatasi perasaan tersebut maka untuk menutupi kekurangan
dan agar dapat menunjukan eksistensi dirinya. Maka menyalah
gunakan minuman keras sehingga dapat merasa mendapatkan apa yang
diangan-angankan antara lain lebih aktif, lebih berani dan sebagainya.
Emosional, emosi remaja pada umunnya masih labil apabila pada
masa puberitas, pada masa tersebut biasanya ingin lepas dari ikatan
aturan-aturan yang diberlakukan oleh orang tua untuk memenuhi
kehidupan peribadinya, sehingga hal tersebut menimbulakn konflik
pribadi. Dalam upaya untuk melaksanakan konflik pribadi tersebut ia
mencari pelarian dengan minum-minuman keras dengan tujuan untuk
mengurangi ketagihan dan aturan yang diberikan oleh orang tua.

Dampak Negatif Dari Miras.
Dari petikan judul di atas sangat jelas mengingatkan kepada kita bahwa semua gejolak yang terjadi di alam raya ini atau di bumi persada ini adalah akibat dari adanya konsumsi minuman keras (miras). Mengapa tidak, dan kenapa setiap manusia saat mengkonsumsi miras selalu dan selalu diakhiri dengan adanya pertikaian, pertengkaran bahkan dari pertikaian maupun pertengkaran itu diakhiri dengan maut. Semua persoalan sosial apapun yang terjadi di lingkungan sekitar kita baik itu di kompleks, gang-gang, pusat pertokoan, perkantoran, pasar, terminal atau pun tempat-tempat strategis lainnya, diakibatkan karena miras. Sesuai analisa, terjadinya gejolak itu tanpa adanya ruang dan waktu, atau bisa terjadi kapan saja! Bisa saat ini, bisa pagi hari, siang, sore, malam dan sebagainya. Realita kehidupan manusia di muka bumi ini sungguh sangat disayangkan ternyata ada orang yang dipandang baik-baik akan menjadi buruk ketika orang tersebut dihantui miras. Sesuai pantauan di lapangan, selama ini akibat dari miras banyak menimbulkan hal-hal yang anarkis, sebenarnya masih banyak hal-hal yang wajar dilakukan oleh orang-orang baik namun kewajaran itu selalu saja terlewati begitu dan malah miras yang dinomorsatukan. Banyak orang beranggapan bahwa dengan bantuan miras akan menyelesaikan segala persoalannya, tetapi justru terbalik malah dengan adanya miras persoalan yang bakal rumit tambah rumit serta tambah sulit diselesaikan. Pihak penegak hukum dalam hal ini polisi sebagai keamanan dan pengayom bagi masyarakat di daerah pemerintahaan baik provinsi, kabupaten, kota bahkan hingga ke distrik dan kampung selalu berupaya untuk secara ketat menurunkan tingkat gejolak tersebut, tetapi justru malah gejolak itu kian waktu semakin meningkat.
Berbicara mengenai gejolak, tentu saja ada pembaca yang mengetahui ada juga yang belum mengetahui, untuk itu secara sederhana saja penulis menjabarkan bahwa singkat arti dari gejolak adalah sesuatu persoalan atau kasus yang tidak dipastikan terjadi akan terjadi akibat dikuasai dengan emosional bahkan ada rasa dendam maupun lain-lainnya terutama lewat kebiasaaan-kebiasaan buruk bagi manusia itu sendiri. Ketika gejolak itu merana di sana sini maka yang terjadi adalah tindak kekerasan dalam rumah tangga (ibu dan anak jadi korban), perkelahian antar kelompok atau individu, kecelakaan lalu lintas seperti ketabrakan mobil atau motor, pemerkosaan, pembunuhan bahkan kasus kriminal lainnya. Semua gejolak itu tidak lain terjadi hanya karena setiap orang baik individu maupun kelompok mengkonsumsi miras. Banyak bentuk kejahatan yang diakibatkan oleh minuman keras atau alkohol, di antaranya seperti perkelahian sehingga membatasi diri untuk bersosialisasi, pemerkosaan, pembunuhan, kecelakaan lalu lintas, percekcokan dalam rumah tangga, perlakukan tidak wajar pada anak. Ini adalah dampak nyata yang kita sering saksikan di mana-mana. Sangat hebat dampak negatif yang disebabkan oleh alkohol.
Pengaruh miras.
Apakah Alkohol itu.
Alkohol adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi umbian. Minuman beralkohol mempunyai kadar yang berbeda-beda, misalnya bir dan soda alkohol ( 1-7% alkohol), anggur (10-15% alkohol) dan minuman keras yang biasa disebut dengan spirit (35 – 55% alkohol). Konsentrasi alkohol dalam darah dicapai dalam 30 – 90 menitsetelah diminum. Dari beberapa alkohol dapat menyebabkan :
_ Kecelakaan lalu lintas.
_ Luka bakar.
_ Kasus penganiayaan anak.
_ Bunuh diri.
_ Kecelakaan kerja.
Di Indonesia penjualan minuman beralkohol di batasi dan yang boleh membeli adalah mereka yang telah berumur 21 tahun. Beberapa etnik di Indonesia menggunakan minuman beralkohol pada acara tertentu dalam jumlah yang sedikit. Mereka juga memproduksi minuman beralkohol dengan nama yang bermacam ragam misalnya : tuak, minuman cap tikus, ciu dll.




Pengaruh Terhadap Tubuh (Fisik dan Mental)
Pengaruh alkohol terhadap tubuh bervariasi, tergantung pada beberapa faktor yaitu :
_ Jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi
_ Usia, berat badan, dan jenis kelamin
_ Makanan yang ada di dalam lambung
_ Pengalaman seseorang minum – minuman beralkohol
_ Situasi dimana orang minum – minuman beralkohol

Pengaruh jangka pendek.
Walaupun pengaruh terhadap individu berbeda – beda, terdapat hubungan antara konsentrasi alkohol di dalam darah (Blood Alkohol Concentration – BAC) dan efeknya. Euphoria ringan dan stimulasi terhadap perilaku lebih aktif seiring dengan meningkatnya konsentrasi alkohol di dalam darah. Sayangnya orang banyak beranggapan bahwa penampilan mereka menjadi lebih baik dan mereka mengabaikan efek buruknya pada setiap satu botol minuman keras yang mengandung alkohol tinggi itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan sistem sarapnya dan sel-sel akan terganggu dengan perlahan-lahan.

Pengaruh Jangka Panjang.
Mengkonsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa faktor yang akan menbahayakan tubuh manusia :
_ Kerusakan jantung
_ Tekanan Darah Tinggi
_ Stroke
_ Kerusakan hati
_ Kanker saluran pencernaan
_ Gangguan pencernaan lainnya
_ Impotensi dan berkurangnya kesuburan
_ Kesulitan tidur
_ Kerusakan otak dengan perubahan kepribadian dan suasana perasaan
_ Sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi
Sebagai tambahan terhadap masalah kesehatan, alkohol juga berdampak terhadap hubungan sesama, finansial, pekerjaan, dan juga menimbulkan masalah hukum dan sosial dalam masyarakat disekitar kita dimnana berada dan di tempat tinggal kita(lingkungan).

Resiko intoksikasi (mabuk).

Gejala intoksikasi alkohol yang paling umum adalah mabuk (teler) sehingga
dapat menyebabkan cedera dan kematian. Penurunan kesadaran seperti koma dapat terjadi pada keracunan alkohol yang berat demikian juga henti nafas dan kematian. Selain kematian, efek jangka pendek alkohol dapat menyebabkan hilangnya produktifitas kerja (misalnya teler-teleran, kecelakaan akibat ngebut-ngebutan dijalan). Sebagai tambahan, alkohol dapat menyebabkan perilaku kriminal. 70 % dari narapidana menggunakan alkohol sebelum melakukan tindak kekerasan dan lebih dari 40 % kekerasan dalam rumah tangga dipengaruhi oleh alkohol.

Pengaruh alkohol pada perilaku.
Konsentrasi alkohol dalam Darah juga sangat mempengaruhi dalam berbagai hal yang terdapat pada diri individu seseorang,hal ini juga akan   di Pengaruh yang ditimbulkan dalam sifat dan tingkah laku jika pengaruh alkohol tersebuh bisa dikendalikan dan dikelola,maka hal itu akan berangsur-ansur hilang dan itu juga melalui proses yang sangat rumit dilakakan bagi orang yang sudah kecandu alkohol minuman keras (miras)mungkin akan membutuh waktu lama.
Didalam pengaruhi alkohol pada perilaka menimbulkan dampak seperti :
Santai
Lebih percaya diri
Bertindak dan lebih merasa percaya diri
Banyak berbicara
Berkurangnya kemampuan untuk berfikir dan bergerak
Berkurangnya rasa malu
Berkurangnya keseimbangan dan koordinasi tubuh
Refleks menjadi lambat
Penglihatan kabur
Mual, muntah – muntah, mengantuk, Kesulitan bernafas dan  Tidak dapat mengingat beberapa kejadian.
Tidak dapat mengendalikan diri,sehingga mengakibatkan koma,dak akhirnya mati (meninggal dunia).


Toleransi dan Ketergantungan.
Pengguna alkohol yang terus menerus dapat mengalami toleransi dan ketergantungan. Toleransi adalah peningkatan penggunaan alkohol dari jumlah yang kecil menjadi lebih besar untuk mendapatkan pengaruh yang sama. Sedangkan ketergantungan adalah keadaan dimana alkohol menjadi bagian yang penting dalam kehidupannya, banyak waktu yang terbuang karena memikirkan (cara mendapatkan, mengkonsumsi dan bagaimana cara berhenti). Pengguna alkohol akan mengalami kesulitan bagaimana cara menghentikan atau mengendalikan jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Gejala Putus Alkohol.
Seseorang yang mengalami ketergantungan secara fisik terhadap alkohol akan mengalami gejala putus alkohol apabila menghentikan atau mengurangi penggunaannya. Gejala biasanya terjadi mulai 6 – 24 jam setelah minum yang terakhir. Gejala ini dapat berlangsung selama 5 hari, diantaranya adalah :
Gemetar, Mual, Cemas, Depresi, Berkeringat yang banyak.
Nyeri kepala, Sulit tidur (berlangsung beberapa minggu).
Gejala putus alkohol sangat berbahaya. jika orang yang minum lebih dari 8 standar minum perhari dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter dan ahli kesehatan (sebelum memutuskan untuk berhenti minum) untuk mendapatkan terapi medis guna mencegah komplikasi.

Bahayanya minuman keras.
Data dari lembaga kesehatan dunia (World Health Organization WHO) dalam bukunya tentang khomr dan dampaknya menjelaskan bahwa sebab-sebab yang mematikan berasal dari memakai minuman keras dan semua yang berkaitan dengannya yang menimpa pusat-pusat peradaban, baik di Amerika Serikat, Perancis, dan banyak negara-negara lain di dunia. Dan pertanyaannya sekarang adalah bagaimana mungkin penyakit ini menggerogoti manusia sejak awal sejarah sampai hari ini, menyerang pribadi, keluarga, dan masyarakat tanpa ada satu orang pun yang mampu menyelesaikannya sebagaimana mereka banyak bisa mengobati penyakit-penyakit yang ada.


Sebab pertama.
Mabuk seketika dan aroma bahagia, dimana dua hal ini merupakan daya tarik minuman keras. Ilmu pengetahuan menetapkan bahwa aroma yang menyengat tidaklain kecuali menipu. miras sama sekali tidak bisa memacu semangat dan vitalitas, bahkan faktanya justeru miras malah berbahaya, menjadikan mabuk. Dan ilmu pengetahuan menjelaskan hakikat mabuk itu sebagai berikut:
a. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa otak manusia memiliki keistimewaan karena adanya pusat yang terdiri atas sel-sel perasa yang melakukan aktivitas penjagaan, sistem kontrol tentang segala yang akan dari pusat otak, awalnya ia akan merasakan sinyal, menerima dan menyimpulkannya, lalu mengeluarkannya dalam bentuk sesuatuyang rasoinal, yang layak bagi manusia untuk terus melakukannya selama hidup. Maka, ketika seseorang mengkonsumsi miras, maka miras itu akan memabukkan sel-sel otak perasa dan mematikan pekerjaan sel otak itu, menghilangkan sistem kontrolnya. Maka, jadilah pusat syaraf itu menjadi panas, aktivitasnya menjadi tidak terkontrol dan sistemik. Ini adalah sebab yang bisa anda temui pada orang yang terbiasa pada orang bisu dan malu pada siang hari, lisannya bergerak secepat komputer setelah terkena miras.
2.  Sebab kedua.   
dengan bertambahnya pengetahuan manusia akan dampak negatif miras terhadap sisi kemasyarakatan, ekonomi, dan kesehatan, maka manusia mulai merasa sumpeg (sempit dada) dan mengoreksi diri sendiri untuk menghadapi masalah ini. Dan penelitian pun terus dilakukan untuk menemukan kuncinya sehingga bisa membebaskan masyarakat dari pembunuh dan tanggungan yang berat ini. Dan membantah kesesatan yaitu apa yang dinamakan dengan zat yang terkandung dalam miras dan bisa membinasakan semua orang dalam penjelasannya dan membebaskan diri dari pendapat-pendapat di bawah ini.
a.  Miras tidak menjadi bahaya kecuali jika diminum dalam jumlan yang banyak dan terus-menerus, sehingga tergantung kepadanya, baik psikologis maupun tubuhnya, bahkan turut membawa dampak negatif kepada tubuh, ekonomi, masyarakat. Pemahaman picik ini mentakan bahwa seseorang tidak akan kenapa-kenapa selama tidak terus menerus meminumnya. Padahal berbagai penelitian ilmiah justeru menjelaskan jelas dan bahayanya hal itu. Dan jika di lihat dengan jernih dalam dalam, semakin jelas dan gamblang efek yang berbahaya yang ditimbulkan oleh miras dimana ia mampu mengubah perilaku dan proses berfikir dengan strata yang tidak mungkin masyarakat terbebas darinya, jika sudah mengkonsumsinya.

Akibat Minum Alkohol atau Minuman Keras
Secara Fisik
Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa alkohol atau minuman keras merusak tubuh manusia dan menyebabkan beberapa penyakit kronis yang dapat berakibat fatal. Minuman beralkohol adalah racun, contohnya seperti bir, whisky yang bisa merusak sistem syaraf, menimbulkan kerusakan pada otak, kerusakan pada sel-sel tubuh dan bahkan menyebabkan kematian mendadak. Christian Tracts menegaskan bahwa “kerusakan yang terjadi pada sistim syaraf mempengaruhi setiap organ dalam tubuh seperti kulit, kuku kaki dan juga rambut di kepala syaraf lengan dan kaki yang membawa kepada kelumpuhan.
Bir juga mengandung banyak zat kimia yang membuat orang kecanduan
Alkohol juga menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan, bahkan kanker perut, merusak sistem pernapasan dan menyebabkan pneumonia (radang paru-paru), kedinginan, tingginya frekuensi untuk terserang penyakit TBC bagi peminum berat, menyebabkan penyakit jantung, melemahkan ginjal, mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit, merusak sistem reproduksi.

Secara Sosial
Banyak bentuk kejahatan yang diakibatkan oleh minuman keras atau alkohol, di antaranya seperti perkelahian sehingga membatasi diri untuk bersosialisasi, pemerkosaan, pembunuhan, kecelakaan lalu lintas, percekcokan dalam rumah tangga, perlakukan tidak wajar pada anak. Ini adalah dampak nyata yang kita sering saksikan di mana-mana. Sangat hebat dampak negatif yang disebabkan oleh alkohol.

Secara Spiritual.
Yang pasti bahwa alkohol bukan dosa, tetapi tindakan penyalahgunaan alkohol adalah dosa. Allah menciptakan tubuh manusia bukan untuk diracuni, melainkan seperti kata Paulus muliakanlah Allah dengan tubuhmu (1 Korintus 6:20). Orang-orang, termasuk orang Kristen yang merusak tubuhnya dengan racun alkohol ataupun obat-obat terlarang adalah orang-orang yang tidak bisa memiliki persekutuan dengan Allah, dan Allah menghukum orang-orang yang demikian.

Rencana treatment plan (calon konselor)
Dari makalah diatas banyak contoh kasus dan faktor-faktor yang memyebapkan sering terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,penyimpangan, dan tingkah laku, itu disebapakn oleh beberapa faktor-faktor seperti yang terjadi di bangsa kita indonesia,sering banyak terdapat seperti begitu, malah hampir setiap saat dan setiap detik terdapat perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang terdapat pada khususnya pada anak kaum remaja dan anak jalan (fank) dan orang tua kita sendiri pun juga begitu, mereka juga bahkan banyak meluangkan waktunya yang sangat penting untuk menghabiskan waktunya dengan minuman-minuman keras dan berpesta dengan kawan-kawannya.
Jadi kita sebagai calon seorang konselor harus memberi mereka motivasi dan penguatan tentang cara menghargai dan menyangi badan dan kesehatan tubuk kita,jika tubuh sehat kita dapat melakukan kegiatan apapun jadi kalau salah mengelola dan menyimpang maka itu akan berbahaya jadi jangan sekali-kali untuk mencoba namanya itu minuman keras kerena itu akan membawa kita dalam jurang kehancuran.

Contoh kasus.
Pesta Miras Oplosan, 3 ABK Tewas Muara Teweh, CyberNews,tiga orang tewas di tempat, Akibat pesta miras (minuman keras) oplosan. Mereka adalah anak buah kapal tarik, yang menarik tongkan batu bara di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara .tiga Orang yang tewas ini diantaranya, Julmaran (45), Stepi S (50) dan Ektanius (33). Mereka merupakan pekerja kapal (ABK) Kapal "Mitra Bari Sentosa". Informasi yang dihimpun menyebutkan, mereka diketahui sedang menggelar pesta minuman keras di sebuah penginapan yang terletak di Muara Teweh. Mereka sedang asyik berpesta minuman keras yang telah di oplos, tetapi pesta minuman keras dilakukan tempat dan kamar penginapan yang berbeda. Korban Julmaran, diketahui sejak dua hari secara berturut-turut dia sudah pesta miras, dengan teman-temannya, kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Dan dua korban lainnya yaitu, Stevi S dan Ektanius, belum diketahui dimana mereka pesta miras, tetapi pada saat dia kritis di salah satu penginapan Jalan Panglima Batur Muara Teweh. Ketiga korban tewas ketika hendak dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, Rabu (2/3) malam.
Pada rekam medis di UGD dan ICU, semua korban mengalami muntah-muntah secara terus menerus hingga kondisi tangan membiru. Ketiga mayat sudah dibawa pulang oleh kerabat ke Banjarmasin, kalimantan Selatan kemudian dilanjutkan ke kampung halaman dua orang korban dari Ambon untuk di makamkan.

BAB III KESIMPULAN DAN REFLEKSI
Kesimpulan
Jadi kita sebagai seorang generasi penerus  harus memiliki jiwa seorang pembangun untuk masa depan baik dalam,instansi pemerintah,sekolah,dan kesehatan bagi keluarga kita makanya dari itulah kita harus mempunyai keteguhan hati jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal yang kurang menguntung kita dan orang lain.
Jadi Faktor-faktor risiko penyalahgunaan miras penting disikapi dalam rangka upaya pencegahan. Namun, sebelumnya perlu dikemukakan sikap pandang yang mempengaruhi cara orang memandang dan menyelesaikan masalah penyalahgunaan miras, mestinya termasuk pula masalah narkoba.
Untuk masyarakat, dan anak remaja, saat ini jangan sampai terpancing oleh rayuan dan godaan,sampai sekali saja kita terpengaruh oleh hal tersebut kita akan terjerumus,lebih baik kita menghindar dari pergaulan yang kurang bagi kita,dalam kata pergaulan sangatlah luas artinya jangan bergaulan dengan lingkungan yang kurang baik Dalam persoalan yang sering banyak terjadi ditempat tinggal kita dan lingkungan kita, kita sering menjumpai orang yang sering mengadakan pesta itu tidak asing lagi bagi kita. Nah untuk itu kita harus menjauhkan diri kita biar kita tidak akan menjadi seorang pecandu minuman keras lagi.

Saran
Dalam pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak jadi tidak ada setiap orang yang sempurna sama hal juga dalam penyusunan makalah ini tidak ada yang benar tetap ada yang kurang berkenan dihati pembaca dan dosen.
Jadi saya sangat memerlukan saran dan keritik untuk memnuhi pembuatan makalah selanjutnya nanti.


BAB IV PENUTUP
Daftar perpustakaan
http://www.skripsikuliah.co.cc/2011/03/faktot-faktor-penggunaan-minuman-keras.html
http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/1A%20makalah.remaja&masalahnya.pdf
http://www.tftwindo.org/livingwords/SH132005/132005-3.htm
http://aldhieretroholic.blogspot.com/2009/04/dampak-mengkonsumsi-alkoholminuman.html
http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/1A%20makalah.remaja&masalahnya.pdf
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/03/03/79298/Pesta-Miras-Oplosan-3-ABK-Tewas
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/04/29/107506/Pandangan-Psikologis-pada-Peminum-Miras-
http://uniqpost.com/700/inilah-jenis-miras-oplosan-yang-sering-dikonsumsi/
http://www.forumbebas.com/thread-127610.html
http://www.news-medical.net/news/2008/06/17/1/Indonesian.aspx



                              Terimakasih atas perhatian dan kerja sama yang baik
                                    yang sudah memberikan pandangan kepada
                                    kami mahasiswa/masyarakat dalam kalangan
                               remaja,apalagi khususnya anak kecil dibawah umur.
                               
                                                      TUGAS AKHIR
                                                KESEHETAN MENTAL
                                       TENTANG MIRAS DI INDONESIA
                                    BAIK DIKALANGAN MASYARAKAT
                                         DAN ANAK DI BAWAH UMUR

                                                          DIsusun oleh :
                                                     AGUSTINO BIVO

                                             GUIDANCE COUNSELLING
                                                            INDUSTRI

                                                                 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar